Tragedi Iwan Sutrisman Telaumbanua, Pemuda NIas yang Dibunuh Anggota TNI AL

Tragedi Iwan Sutrisman Telaumbanua, Pemuda NIas yang Dibunuh Anggota TNI AL

Smallest Font
Largest Font

Kepulauannias, Nias - Iwan Sutrisman Telaumbanua, pemuda 21 tahun dari Desa Lahusa Idanotae, Nias Selatan, Sumatera Utara, memiliki impian untuk bergabung dengan TNI Angkatan Laut. Impiannya pupus saat dinyatakan TMS, namun harapan muncul kembali ketika Serda Adan Aryan Marsekal, anggota TNI AL, menawarkan bantuan.

Adan menjanjikan Iwan bisa lolos tes dengan jaminan Rp 200 juta. Keluarga Iwan, yang mempercayai Adan, menyanggupi permintaan tersebut. Pada 16 Desember 2022, Adan menyatakan Iwan lulus dan akan ditempatkan di Tanjung Uban. Proses penerimaan ini menjadi awal malapetaka terhadap Iwan yang tidak pernah kesampaian cita – citanya.

Namun, kecurigaan muncul karena tidak ada kabar pasti tentang Iwan. Puncaknya, Adan meminta uang kredit untuk menghubungi Iwan. Keluarga Iwan melaporkan Iwan hilang pada 27 Maret 2024. Hasil pemeriksaan Lanal Nias menunjukkan fakta mengerikan bahwa Adan telah membunuh Iwan pada 24 Desember 2022 dengan bantuan Alvin, seorang warga sipil.

Kasus ini dilimpahkan ke Lantamal 2 Padang. Adan terancam hukuman mati sesuai Pasal 340 KUHP. Keluarga Iwan, diliputi kesedihan, menuntut hukuman mati bagi Adan dan berharap jenazah Iwan ditemukan untuk dimakamkan dengan layak. Tragedi Iwan menjadi pengingat bahaya penipuan dan manipulasi yang dapat menghancurkan kehidupan dan kepercayaan.

Kasus pembunuhan oleh Serda Adan Aryan tersebut kini banyak diperbincangkan oleh warga Nias secara khusus maupun nasional. Pembunuhan jelas merupakan kriminal berat yang harus mendapatkan hukuman setimpal. Kasus seperti ini harus menjadikan masyarakat lebih waspada terhadap tawaran yang dirasa mustahil dan tidak memungkinkan.

Kronologis Pembunuah Iwan Sutrisman oleh Serda Adan Aryan

Kasus tragis pembunuhan Iwan Sutrisman Telaumbanua, seorang mantan Casis Bintara TNI AL yang berusia 21 tahun, telah menjadi sorotan media dan masyarakat. Keluarga korban awalnya mengira Iwan hilang karena tugas negara, namun kini terbongkar bahwa ia telah menjadi korban pembunuhan yang disusun rapi.

Keironisan dalam kasus ini terletak pada jalannya kejadian yang bermula dari proses pendaftaran Iwan sebagai calon Bintara TNI AL. Antonius Paiman Telaumbanua, adik Iwan, bertemu dengan Serda Pom Adan yang menawarkan bantuan agar Iwan bisa lulus seleksi dengan jaminan uang sebesar Rp. 200 juta. Namun, Iwan tidak lulus seleksi, dan Serda Adan menyarankan agar Iwan mengikuti tes di Padang.

Pada Desember 2022, keluarga menerima foto Iwan yang mengenakan seragam dinas lengkap, serta informasi bahwa ia telah lulus dan akan mengikuti pendidikan di Tanjung Uban. Namun, keberadaan Iwan menjadi misterius setelah itu.

Keluarga juga mengungkap daftar harta kekayaan yang diduga dicuri oleh Serda Adan, yang mencapai puluhan juta rupiah. Informasi yang diunggah di media sosial juga menyoroti alur cerita pembunuhan Iwan yang diungkapkan secara viral.

Setelah dilakukan penyelidikan, terkuaklah fakta bahwa Iwan dibunuh oleh Serda Adan bersama seorang teman pada 24 Desember 2022 di Sawahlunto, Sumatera Barat. Jenazahnya baru ditemukan pada Maret 2024.

Keluarga korban, yang sudah mengalami duka yang mendalam, menuntut keadilan atas pengkhianatan dan pembunuhan yang terjadi. Serda Adan Aryan Marsal, yang bertugas di Pomal Lanal Nias, ditangkap dan dihadapkan pada ancaman hukuman mati sesuai Pasal 340 KUHP.

Tragedi ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan bahaya manipulasi, penipuan, dan pengkhianatan yang dapat merenggut nyawa dan membawa penderitaan bagi keluarga korban. Semoga kasus ini dapat diungkap dengan adil dan pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

 

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow