Penerimaan CPNS 2013

demo-antikorupsi

Sesuai dengan UU Kepres tentang penerimaan CPNS di lingkungan pemerintah daerah.Untuk melaksanakan UU kepres ini maka beberapa pemerintahan daerah pada tahun ini mengadakan penerimaan Calon pengawai negeri sipil(CPNS).Dalam UU tersebut menyebutkan bahwa jumlah CPNS yang di terima tergantung kebutuhan daerahnya masing-masing.Saya ambil misalnya contoh salah satu kabupaten  di luar pulau Jawa membutuhkan 2.976 CPNS,yang terdiri dari tamatan D-3 dan S-1 dari berbagai dispilin ilmu yang berbeda.Dengan adanya penerimaan CPNS di tahun 2013,banyak calon pelamar yang baru selesai kuliah maupun yang sudah lama menyelesaikan kuliahnya yang masih berstatus pengangguran.Untuk mencoba peruntungannya menjadi seorang CPNS di daerahnya masing-masing.

Seperti yang di lakukan oleh teman saya yang berasal dari salah satu kota W di pulau Jawa.Ia baru saja menyelesaikan sarjananya di salah satu universitas negeri di Jogyakarta.Kami sempat berbicang-bicang mengenai masalah CPNS di daerahnya.Ia mengatakan kepada saya bahwa penerimaan CPNS di daerah sangat penuh dengan KKN,untuk mendapatkan status CPNS dengan golongan 3 A harus menyiapkan uang sekitar 75 juta.Dan untuk golongan 2 C sekitar 50 juta,hal ini tergantung jabatan si penerima suap.Jika si penerima suap making tinggi jabatannya dalam di daerah tersebut maka semakin rendah uang yang di keluarkan oleh calon pelamar.

Hal serupa juga di alami oleh salah seorang teman saya yang 2 tahun sudah bekerja di perusahaan multinasional.Ia berencana akan mencoba CPNS di daerahnya di luar pulau Jawa.Tetapi dengan kabar yang beredar di daerah asalnya tersebut bahwa jika ingin mendapatkan status PNS harus sia menyediakan uang sekitar 100-150 juta.Hal serupa juga sama dengan teman saya yang akan mencoba CPNS yang berada di Pulau Jawa.Bahwa jumlah uang yang di keluarkan tergantung jabatan si penerima uang.

Sangat di sayangkan jika sistem penerimaan CPNS seperti yang di alami oleh kedua teman saya diatas.Contonya teman saya yang akan mencoba CPNS di kota W,ia telah bersusah payah untuk menyelesaikan kuliahnya di perguruan tinggi negeri(PTN).Karena kita tahu sendiri untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) tidaklah muda harus melalui seleksi yang sangat ketat.

Dan jika seandainya kedua teman saya diatas tetap ngotot untuk menjadi CPNS dengan melakukan KKN.Dan membayar salah satu oknum pejabat di daerah dengan 100 juta.Maka jalan keluar untuk mendapatkan uang yang 100 juta tersebut adalah dengan mengadaikan rumah atau tanah orangtuanya ke bank atau mengadakan arisan keluarga besar.Dan setelah ia lulus CPNS,maka jalan keluar yang bisa ia ambil adalah dengan mengambil kredit PNS selama 10 tahun.

Jika seandainya gaji golongan 3 A di instansi pemerintahan 2,3 juta dan potongan kredit tiap bulannya 1,2 juta selama 10 tahun.Sementara untuk menempuh tempat ia bekerja harus mengeluarkan uang 20 ribu/hari,untuk 30 hari adalah 600 ribu rupiah.Bisa di simpulkan uang makannya perbulan 400 ribu.Apakah seseorang PNS bisa sanggup membiayai hidupnya dengan uang 400 ribu/bulan.Dan ia harus melalui hal tersebut selama 10 tahun.Menurut saya tidak mungkin,jadi jalan satu-satunya yang ia lakukan adalah KKN atau mencari kerja sampingan dengan menomor 2 kan status PNSnya.

Tetapi meskipun demikian masih ada beberapa calon pelamar PNS yang murni tanpa menggunakan uang sepersenpun untuk bisa lolos jadi PNS.Walaupun hal tersebut bisa di hitung beberapa jari calon pelamar yang murni lulus.

Itulah yang terjadi di beberapa daerah di nusantara,semoga hal tersebut tidak terjadi di seluruh negeri ini.Dan semoga Komisi Pemberantas Korupsi(KPK) bisa ikut serta dalam memantau penerimaan CPNS di daerah.Atau jika tidak Indonesia coruption watch (ICW) bisa membantu KPK dalam memantau jalannya penerimaan CPNS di daerah.Iwan harefa

 

Ditulis Oleh: Febriwan harefa
Febriwan harefa adalah warga Kepulauan Nias lovers comunity (Masyarakat Pecinta Kepulauan Nias).
Tulisan Lain saya Koleksi Foto Febriwan harefa video Febriwan harefa

Tanggapan Anda?