Generasi nias muda lupa2 ingat “amaedola” adalah pepatah nias.

Budaya, Kepulauannias.com – Diindonesia yang namanya pepatah ini sudah menjadi ciri khas masyarakat, dan kita semua tahu itu. Setiap daerahpun memiliki keragamannya masing-masing.  Seperti didaerah kita (kepulauan nias), Pepatah atau lebih kerap disebut sebagai “amaedola” dalam bahasa aslinya merupakan kekayaan budaya yang mengandung pesan tersirat didalamnya.

Amaedola, pada jamannya seringsekali dituturkan untuk memberikan nasehat-nasehat kepada sesama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. namun apakah saat ini “Amedola” masih ampuh? bagi yang masih dipedalaman mungkin mengatakan “oh iya” tapi penulis yakin, sebagaian anak muda pada generasi ini mulai “lupa-lupa ingat” jika dtanya masalah peribahasa/ pepatah NIAS yang harusnya bisa digunakan sebagai petuah dalam kehidupannya sehari-hari.

“lupa-lupa ingat” dengan Amedola…

Saya sendiri jujur saja, sacara tidak sengaja “ikut” dan mengalami hal ini. Walaupun sebenarnya saya tahu bahwa budaya ini harusnya tetap dipegang, dan diteruskan. Mudah-mudahan sudara-saudari yang lain tidak demikian.

Survei untuk membuktikan ini pernah saya coba dlingkungan sekitar teman-teman muda. kebanyakan (khususnya yang berada diluar pulau) juga mengalami hal demikian. Tapi bukan berarti telah hilang dari ingatan, makanya pada judul saya tulis “lupa-lupa ingat”. Sebagai masyarakat asli diyakini meskipun merantau lama dan jauh, bayangan-bayangan tanah kelahiran selalu terlintas dipikiran walupun hanya samar-samar.

Bahkan ada juga yang 100% benar tidak tahu dengan apa itu amedola, unsur-unsur hingga kalimatnya walaupun cuma 1 saja.  Sebagian besar disebabkan dengan lingkungan pergaulan, dan tidak ada yang menceritakan apalagi jika sejak kecil dilahirkan di pulau seberang dan menetap disana, kemungkinan itu pasti terjadi kecuali orang tua menyisihkan waktu untuk memupuki budaya tersebut didalam diri kita.

Maka sebagai pengingat, ada beberapa Amaedola /peribahasa Nias yang mungkin bisa dishare disini (jika ada yang salah tolong diperbaiki);

Abölö wamera’ö dima ba alua zafeto

Kalau kita terlalu menekan seseorang, dia bisa membalas dengan kasar.

Abu’a gömö, lö abu’a li

Kata-kata sindiran (yang menyakitkan hati) sering terlalu sulit dilupakan.

Alabu ndraono si darua molaya, owöra wakhe si darua mondrino

Pekerjaan yang dikomandoi banyak orang bisa berantakan.

Aoha noro nilului wahea, aoha noro nilului waoso, alisi tafadayadaya, hulu tafaewolowolo

Pekerjaan (masalah) yang dikerjakan (dipecahkan) secara bersama-sama akan lebih gampang tuntasnya.

Böi aekhugö luo ba wönu

Amarah jangan dipendam.

Böi gesigesi mbowo lawa, wa aröu siyawa – ya’e tou mbua ma’ae, tadölö gaheda waneu

Bersikap dan bertindaklah realistis, jangan berkhayal.

Böi tuko wulawa tanömö golowingöu

Jangan mencari atau menciptakan masalahmu sendiri.

Hulö dalaho barö zole

Bak katak dalam tempurung (berpikiran sempit).

Hulö fambambatö galitö, hulö famatua mbalö ndrögö – sambua mbongi fambambö, samuza luo aröu manö

Mengkiaskan hubungan tak serasi antara dua pihak yang ditandai dengan semakin saling menjauhi.

Hulö fatuko bawa zangasio

Mengkiaskan dua pihak yang saling menyalahkan, padahal kedua-duanya punya andil dalam suatu persoalan.

Hulö malu dahönagö, sambua ihalö isaitagö – hulö malu daföfögö, sambua ihalö iföfögö

Pandai menghemat (menabung hasil kerja)

Hulö motomo lagigia, hulö motomo la’oro, lö arara ba lö aroro

Dikiaskan pada usaha atau organisasi yang tidak bertahan lama

Hulö muhede mburu’u kökö, ha ba mbörö humöngo-höngö, ba gamozua döhö manö

Rencana yang mendapat publikasi luas, tetapi tak bekelanjutan atau tidak terealisasi.

Hulö wahö, lö manga ia na lö labözi doyonia

Dikiaskan pada orang yang kurang atau tidak punya inisiatif, yang selalu menunggu komando dari orang lain.

Hulö zonowi ba na’ai, na sökhi mbua, na sökhi lai, ta’asese’ö wamakhai

Kalau pertalian (hubungan lewat perkawinan antara dua keluarga) sebelumnya baik, maka diharapkan pertalian berikutnya.

Ligi-ligi siliwi, fa lö tofesu mbagi, hese-hese nazese, fa lö tofesu gahe.

Berhati-hatilah dalam bertindak.

Samösa zi manga na’a, samösa zi göna gitö

Seorang yang berbuat, orang lain yang menanggung akibatnya.

Sara mbu, sambua limi, ifadukhai zoya sibai

Seseorang, melalui perbuatannya, bisa menjadi perusak persatuan atau hubungan kekeluargaan.

Taria fadoli fa lö alulu, taria fo’alulua fa lö aetu

Dalam setiap hal (situasi), ada kalanya kita harus mengalah dan ada kalanya harus bersikukuh.

Pesan Penulis; Bagi Yang suka “lupa-lupa ingat” WAJIB !!! buat catatan untuk menyimpan harta budaya kita ini. (septyaman tel)

Ditulis Oleh: Pulau Nias
Pulau Nias adalah warga Kepulauan Nias lovers comunity (Masyarakat Pecinta Kepulauan Nias).
Tulisan Lain saya Koleksi Foto Pulau Nias video Pulau Nias

Tanggapan Anda?

Batik Nias